Keselamatan Pasien

Tanggung Jawab Kita Bersama

ARTIKEL

Menelaah Budaya Keselamatan Pasien di Unit Gawat Darurat

Unit gawat darurat (ED) dianggap sebagai lingkungan berisiko tinggi karena tingginya frekuensi kejadian buruk yang terjadi di dalamnya. Pengukuran budaya keselamatan pasien merupakan langkah penting yang membantu fasilitas kesehatan dalam merencanakan tindakan untuk meningkatkan kualitas pelayanan yang diberikan kepada pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menilai budaya keselamatan pasien di UGD dan untuk menentukan faktor-faktor yang terkait. Studi ini menunjukkan persepsi yang memprihatinkan yang dimiliki oleh peserta tentang kurangnya budaya keselamatan pasien di UGD mereka. Selain itu, memberikan hasil dasar yang memberikan visi yang lebih jelas tentang aspek keselamatan yang perlu ditingkatkan.

Hubungan antara Kelelahan Perawat, Keselamatan Pasien dan Outcome Fasyankes, Hasil Sistematik Review

Perawat rumah sakit berisiko tinggi mengalami kelelahan akibat lingkungan kerja yang penuh tekanan dengan beban kerja yang berat dan jadwal kerja yang tidak standar. Tinjauan sistematis ini meneliti hubungan antara kelelahan perawat rumah sakit dan hasil. Studi kuantitatif bahasa Inggris teks lengkap yang diterbitkan antara Januari 2000 dan Juli 2020 disertakan. Sebanyak 22 artikel ditinjau dan disintesis. Temuan disintesis menjadi tiga kategori utama: hasil perawat, hasil pasien yang dilaporkan perawat, dan hasil organisasi. Kelelahan secara konsisten dikaitkan dengan masalah kesehatan mental, penurunan kinerja keperawatan, dan ketidakhadiran penyakit. Banyak penelitian menegaskan bahwa kelelahan perawat berhubungan negatif dengan perawat, keselamatan pasien, dan hasil organisasi. Namun, temuan kami menyoroti kesenjangan dalam pengetahuan saat ini dan kebutuhan untuk penelitian masa depan menggunakan desain longitudinal dan mengukur hasil tambahan untuk lebih memahami konsekuensi dari kelelahan perawat.

BERITA NASIONAL

Pengaruh Dimensi Persepsi Budaya Keselamatan Pasien Terhadap Kesediaan Melaporkan Insiden Keselamatan Pasien

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh persepsi dimensi budaya keselamatan pasien terhadap kesediaan melaporkan insiden keselamatan pasien insiden keselamatan pasien. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Analisis data menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi dimensi budaya keselamatan pasien secara simultan berpengaruh terhadap kesediaan melaporkan insiden keselamatan pasien. Budaya keterbukaan komunikasi secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesediaan melaporkan insiden keselamatan pasien.

Analisis Penyebab Laporan Insiden Keselamatan Pasien yang Tidak Tepat Waktu

Keselamatan pasien rumah sakit adalah suatu sistem dimana rumah sakit membuat asuhan pasien lebih aman yang meliputi asesmen risiko, identifikasi dan pengelolaan hal yang berhubungan dengan risiko pasien, pelaporan dan analisis insiden Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyebab ketidaktepatan waktu pelaporan insiden keselamatan pasien di RSU Bunda Thamrin Desain penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan study fenomenology. Informan dalam penelitian ini adalah, Direktur, perawat, ketua KPRS dan champion tim KPRS. Penelitian menunjukkan bahwa ketidaktepatan waktu pelaporan insiden keselamatan pasien di RSU Bunda Thamrin disebabkan oleh rasa malas dan takut sehingga enggan untuk menuliskan kronologis insiden karena budaya keselamatan pasien yang belum menyeluruh di lingkungan rumah sakit.

BERITA INTERNASIONAL

Tujuh Cara Rumah Sakit Tingkatkan Keselamatan Pasien Di Tengah Pandemi COVID-19

Saat pandemi melanda, rumah sakit dan fasilitas kesehatan lainnyalah yang pertama merasakan murka virus tersebut. Pasien yang sakit harus menunda kunjungan rumah sakit karena fasilitas bergulat dengan jumlah pasien COVID-19 yang tinggi. Virus menggantikan kunjungan medis langsung dengan konsultasi virtual dan memaksa sebagian besar petugas kesehatan untuk berani menghadapi virus dan mengisolasi diri dari orang yang mereka cintai. Untungnya, situasinya telah membaik, dan rumah sakit telah belajar untuk mengelola infeksi dengan lebih baik dengan melindungi staf mereka dan menjaga keselamatan pasien mereka. Dengan pedoman dari lembaga kesehatan pemerintah dan swasta, fasilitas kesehatan terus memastikan keselamatan pasien melalui beberapa metode berikut.

Mendesak: Perbaikan Kondisi Kerja di RS untuk Mengatasi Kelelahan Para Klinisi

Meningkatnya jumlah dokter pelatihan yang terlalu banyak bekerja dan kelelahan takut mereka akan membuat kesalahan terkait kelelahan jika rumah sakit umum tidak merombak kondisi kerja. Ketua Dewan Dokter dalam Pelatihan Robert Nayer dan Natasha Abeysekera mengatakan hasil survei harus menjadi peringatan bagi otoritas kesehatan. "Setiap tahun semakin banyak dokter dalam pelatihan mengangkat ini sebagai perhatian utama dan mereka perlu didengar sebelum ketakutan mereka menjadi kenyataan," kata Dr Nayer.