Keselamatan Pasien

Tanggung Jawab Kita Bersama

ARTIKEL

Meningkatkan Budaya Keselamatan Pasien dengan Intervensi Tim Medis Multidisiplin

Untuk memberikan perawatan yang berpusat pada pasien yang komprehensif, peneliti membutuhkan tim multidisiplin untuk menghadapi tantangan perawatan tingkat lanjut dan kompleks. Rumah Sakit Umum Veteran Taichung telah memiliki sistem tim multidisiplin berbasis bangsal di setiap bangsal selama 10 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki apakah kinerja tim yang lebih baik menghasilkan respon yang lebih positif dalam budaya keselamatan pasien (patient safety culture/PSC). Dengan mempertimbangkan efek tren dari 2014 hingga 2017, peneliti menemukan bahwa iklim kerja tim, iklim keselamatan, dan persepsi manajemen secara signifikan lebih baik pada kelompok tinggi dan menengah dari tim multidisiplin berbasis lingkungan. Tidak ada perbedaan yang signifikan dalam dimensi kepuasan kerja, pengenalan stres, dan kondisi kerja, yang menunjukkan bahwa semua staf memiliki tingkat stres atau beban kerja yang sama.

Upaya Mengurangi Kesalahan Medis dan Keselamatan Pasien

Penelitian ini menguji hubungan antara budaya keselamatan pasien dan kesejahteraan pekerja kesehatan. Menerapkan mekanisme konservasi sumber daya, kami menguji hipotesis berbasis teori dalam sampel lintas disiplin yang besar (N = 3232) dari sistem perawatan kesehatan metropolitan Taiwan. Menggunakan teknik pemodelan persamaan struktural, kami menemukan bahwa budaya keselamatan pasien berhubungan negatif dengan kelelahan staf (β = -0,74) dan dapat menjelaskan 55% dari total varians. Kami juga menemukan bahwa budaya keselamatan pasien berhubungan positif dengan keseimbangan kehidupan kerja staf (β = 0,44) dan dapat menjelaskan 19% dari total varians. Temuan kami menunjukkan bahwa berinvestasi dalam budaya keselamatan pasien dapat dilihat sebagai membangun sumber daya organisasi, yang bermanfaat untuk meningkatkan kualitas perawatan dan melindungi kesejahteraan staf. Lebih penting lagi, manfaatnya sama untuk semua orang di layanan kesehatan.

BERITA NASIONAL

Implementasi Sasaran Keselamatan Pasien di Rumah Sakit di Indonesia

Sasaran keselamatan pasien merupakan suatu sistem yang bertujuan untuk mendorong perbaikan spesifik dalam keselamatan pasien. Sasaran keselamatan pasien merupakan salah satu upaya pencegahan terjadinya insiden keselamatan pasien yang dapat merugikan pasien maupun pihak rumah sakit. Penulisan artikel review ini bertujuan untuk memberikan gambaran pelaksanaan sasaran keselamatan pasien di rumah sakit di Indonesia. Rendahnya kepatuhan petugas, sarana dan prasana yang tidak mendukung, serta rendahnya komitmen manajemen merupakan beberapa faktor yang menyebabkan belum optimalnya pelaksanaan sasaran keselamatan pasien di rumah sakit. Oleh sebab itu perlu dilakukan pembinaan, pengawasan, serta dukungan sarana dan prasarana yang memadai.

Pengalaman Perawat dalam Melaporkan Insiden Keselamatan Pasien di RSU Aceh

Penelitian ini bertujuan untuk menggali pengalaman perawat dalam melaporkan insiden keselamatan pasien di ruang rawat inap. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan sembilan perawat sebagai informan yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Studi ini menemukan sebelas tema yang menggambarkan pengalaman perawat dalam melaporkan insiden keselamatan pasien: (1) kecelakaan, tak terduga, dan cedera - menyebabkan insiden pasien; (2) memprioritaskan pertolongan pertama; (3) laporan hari kerja dan hari libur; (4) mendapatkan imbalan dari pelaporan; (5) mendapat teguran dari laporan; (6) kesulitan dalam menulis laporan; (7) kesulitan melaporkan pada hari libur; (8) takut melapor; (9) tenang setelah melapor; (10) budaya menyalahkan; (11) kurang tanggap dan peduli.

BERITA INTERNASIONAL

Kiat Rumah sakit di New York menghadapi tantangan keselamatan pasien

Negara bagian New York dikenal dengan rumah sakit kelas dunianya. Tetapi survei yang dirilis minggu ini menemukan banyak yang menerima nilai rendah dalam hal keselamatan pasien, menurut survei yang dirilis minggu ini oleh kelompok perawatan kesehatan Leapfrog. Data menilai rumah sakit berdasarkan umpan balik dari pasien dan pengalaman mereka, memberi mereka nilai huruf. Banyak rumah sakit menerima Cs dan Ds. Itu tidak mengejutkan bagi pakar kebijakan perawatan kesehatan Bill Hammond dari Empire Center. "Kami memiliki catatan lama berada di bagian bawah rapor ini," katanya. Survei menemukan 19 rumah sakit di seluruh negara bagian menerima nilai keamanan A tertinggi, sementara 34 rumah sakit menerima nilai D terendah kedua.

Tingkat Keselamatan Pasien di Rumah Sakit Kenya: Studi Kasus

Keselamatan pasien berada pada risiko kesalahan medis yang serius karena calon dokter kurang terlatih dan sering mendapatkan akreditasi tanpa pengetahuan dasar-dasar operasional. Mereka mungkin juga berakhir membuat kesalahan medis yang signifikan saat melakukan operasi pada pasien. Ini menurut laporan berjudul 'Mencirikan kesesuaian rumah sakit Kenya' untuk pelatihan magang petugas medis'. Laporan tersebut menemukan bahwa setengah dari rumah sakit yang menerima magang medis tidak dilengkapi dengan baik dan banyak calon dokter menyelesaikan pelatihan satu tahun tanpa mempelajari beberapa prosedur dasar.