Keselamatan Pasien

Tanggung Jawab Kita Bersama

ARTIKEL

Menilai Budaya Keselamatan Pasien di Rumah Sakit Amerika Serikat

Budaya keselamatan pasien yang positif memainkan peran utama dalam mengurangi kesalahan medis dan meningkatkan produktivitas di antara staf layanan kesehatan. Selanjutnya, pemahaman persepsi staf budaya keselamatan pasien dan faktor keselamatan pasien yang efektif adalah langkah pertama menuju peningkatan kualitas pelayanan dan keselamatan pasien. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai budaya keselamatan pasien di rumah sakit di Amerika Serikat dan untuk menyelidiki pengaruh karakteristik rumah sakit dan responden terhadap budaya keselamatan pasien yang dirasakan. Analisis terhadap 67.010 responden dalam database komparatif Agency for Healthcare Research and Quality (AHRQ) 2018 dilakukan dengan partial least squares structural equation modeling (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi budaya keselamatan pasien berpengaruh positif terhadap persepsi keseluruhan tentang keselamatan pasien dan frekuensi pelaporan kejadian. Selain itu, posisi staf, status pengajaran, dan wilayah geografis ditemukan memiliki pengaruh yang bervariasi pada budaya keselamatan pasien, persepsi keseluruhan tentang keselamatan pasien, dan frekuensi pelaporan kejadian.

Pengaruh Pendidikan Keselamatan Pasien Terhadap Kompetensi Keselamatan Pasien Mahasiswa S1 Keperawatan

Keselamatan pasien dipengaruhi oleh serangkaian faktor di berbagai tingkat sistem perawatan kesehatan. Salah satu faktor yang mempengaruhi keselamatan pasien adalah kompetensi keselamatan mahasiswa keperawatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh pendidikan keselamatan pasien terhadap kompetensi keselamatan pasien mahasiswa keperawatan. Eksperimen ini dilakukan dengan desain pretest-posttest. Tingkat kompetensi keselamatan pasien dari 50 mahasiswa keperawatan diselidiki di sekolah keperawatan yang berafiliasi dengan universitas besar ilmu kedokteran di selatan Iran pada 2019. Data dikumpulkan menggunakan Health Professional Education in Patient Safety Survey (H-PEPSS). Data dianalisis dalam SPSS 21 menggunakan statistik deskriptif dan ANOVA langkah-langkah berulang. Tiga interval yang diselidiki berbeda secara signifikan dalam hal dimensi H-PEPSS total, sedangkan yang terendah dikaitkan dengan dimensi "mengelola keselamatan". Nilai rata-rata dari "bagaimana masalah keselamatan pasien yang lebih luas ditangani dalam pendidikan profesional kesehatan" dan "kenyamanan berbicara tentang keselamatan pasien" meningkat secara signifikan selama periode tindak lanjut. Intervensi pendidikan sebagian efektif dalam meningkatkan kompetensi keselamatan pasien mahasiswa keperawatan dalam jangka panjang.

BERITA NASIONAL

Membangun Budaya Keperawatan Homecare yang Berbasis Keselamatan Pasien dan Bebas Malpraktik

Pengabdian masyarakat ini akan dilaksanakan secara regional melalui daring/ webinar. Mitra pengabdian masyarakat ini adalah Lembaga Pendidikan dan Pelatihan “Permata Hutama Creative”. Permasalahan yang dihadapi peserta yang dijaring oleh mitra PkM saat ini adalah banyaknya perawat di Kabupaten Trenggalek yang melakukan keperawatan homecare tanpa memperhatikan patien safety. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan penyuluhan hukum kepada perawat yang melakukan pelayanan homecare pada praktik keperawatan mandirinya agar terbebas dari malpraktik dan tetap memperhatikan prinsip keselamatan pasien.

Perawat dan Keselamatan Pasien

Keselamatan pasien merupakan salah satu isu global, terutama saat keberadaan pasien di rumah sakit. Penerapan keselamatan pasien di rumah sakit memerlukan peran perawat sebagai tenaga kesehatan yang paling dominan dan langsung bertemu pasien selama 24 jam, oleh sebab itu perlu melihat sejauh mana peran perawat dalam mencegah insiden keselamatan pasien. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi hasil penelitian tentang penerapan keselamatan pasien oleh perawat di rumah sakit. Metode yang digunakan adalah literature review, menggunakan basis data elektronik diidentifikasi dari Pubmed, Google Scholar, Google and Grey literature (National Library of Indonesia) dengan kata kunci: keselamatan pasien, kepatuhan, penerapan keselamatan pasien oleh perawat. Kriteria inklusi dalam penelitian ini adalah implementasi keselamatan pasien yang dilakukan oleh perawat, rancangan penelitian adalah kualitatif dan kuantitatif, penelitian menggunakan metode kuantitatif atau kualitatif, makalah empiris berbahasa Inggris atau Indonesia yang dipublikasikan antara tahun 2018-2020.

BERITA INTERNASIONAL

Orang dengan Disabilitas Berisiko Tinggi Terhadap Insiden Keselamatan di Rumah Sakit

Orang dengan cacat fisik hampir tiga kali lebih mungkin dibandingkan pasien lain untuk mengalami cedera fisik yang dapat dicegah saat berada di rumah sakit, ungkap penelitian baru oleh London School of Economics and Political Science (LSE) dan Universitat de Barcelona. Makalah, yang diterbitkan hari ini (Senin 3 Oktober) di jurnal Health Affairs edisi Oktober, melihat prevalensi lima insiden keselamatan pasien di rumah sakit yang dapat dihindari untuk orang dewasa dengan disabilitas perkembangan di rumah sakit NHS Inggris antara April 2017 dan Maret 2019.

Mengapa keselamatan pasien sangat penting untuk mencapai tujuan berkelanjutan dalam perawatan kesehatan?

Fasilitas kesehatan memainkan peran penting dalam melindungi, meningkatkan, dan memelihara kesehatan masyarakat. Dalam tiga tahun terakhir, rumah sakit dan layanan kesehatan berada di bawah tekanan besar untuk menyediakan layanan kesehatan berkualitas bagi pasien sambil memastikan keselamatan pasien dan staf. Kebutuhan akan sistem perawatan kesehatan yang kuat, berkelanjutan, dan mudah diakses semakin dirasakan. Ini mungkin saat yang ideal bagi sektor kesehatan untuk mengadopsi dan menggabungkan sistem keberlanjutan yang lebih luas melalui strategi lingkungan, sosial dan tata kelola (ESG). Keberlanjutan di pusat kesehatan di sekitar struktur yang bertujuan untuk meningkatkan fasilitas infrastruktur, keselamatan, dan memelihara dan memulihkan kesehatan.